Tinggi Badan Balita

Sabtu, Juni 2nd 2018. | artikel

Tinggi Badan Balita

Apakah Anda rajin membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas setiap bulan untuk ditimbang badannya dan diukur tingginya? Walaupun terkesan sepele, hal ini penting dilakukan terutama untuk anak sampai usia 5 tahun. Dengan menimbang badan dan mengukur tinggi anak setiap bulan, Anda bisa mengetahui sampai sejauh mana pertumbuhan anak Anda. Lalu, berapa sih berat badan ideal dan tinggi badan balita?

Pertumbuhan anak bisa dilihat dari tinggi dan berat badannya

Berat badan dan tinggi badan balita bisa menjadi tolak ukur pertumbuhan fisik anak. Pertumbuhan terjadi begitu cepat saat masa kanak-kanak, terutama masa bayi. Maka, memantau pertumbuhan anak setiap bulan di Posyandu atau dokter penting dilakukan. Anda mungkin tidak menyadari tinggi badan anak Anda bertambah dengan cepat pada masa kanak-kanak. Yang tadinya anak hanya setinggi lutut, sekarang anak Anda mungkin sudah setinggi pinggul Anda.

Pertumbuhan anak di masa kecil dapat memengaruhi pertumbuhan dan kehidupan anak di masa depan. Anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya kemungkinan besar akan mempunyai tinggi badan lebih pendek di masa dewasanya nanti. Hal ini karena tinggi badan balita bisa menggambarkan status gizi dalam jangka panjang. Sedangkan, berat badan bisa naik-turun dengan cepat sesuai kondisi (pola makan dan aktivitas) anak sekarang.

Selain itu, memantau pertumbuhan anak juga penting dilakukan agar Anda bisa membantu anak mengejar pertumbuhannya jika sewaktu-waktu pertumbuhan anak sedang mengalami perlambatan. Anda sebagai orangtua bisa membantu pertumbuhan anak dengan menyediakan lingkungan yang baik, seperti menyediakan makanan yang bergizi dan sehat untuk anak, memastikan anak mendapat tidur cukup, dan membiasakan anak berolahraga.

Kadang, orangtua mungkin membandingkan pertumbuhan fisik anaknya dengan anak lainnya yang sebaya. Tapi, hal ini belum tentu bisa menggambarkan apakah anak Anda memiliki tinggi dan berat badan yang ideal atau tidak, walaupun anak mempunyai tinggi badan atau berat badan yang hampir sama dengan anak lainnya. Anak yang pertumbuhan fisiknya tidak sama dengan anak seusianya juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lebih lambat atau lebih cepat. Untuk itu, Anda perlu mengetahui berapa tinggi dan berat badan ideal anak.

Tinggi Badan Balita

Berikut ini merupakan berat badan ideal anak usia 1-5 tahun, berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

berat badan balita

Berat badan anak yang kurang dari rentang tersebut menandakan berat badan anak kurang, sehingga anak perlu asupan makan yang lebih banyak lagi untuk memperbaikinya. Sedangkan, berat badan anak yang lebih dari rentang tersebut menandakan anak kelebihan berat badan atau obesitas.

Berikut ini merupakan tinggi badan ideal anak usia 1-5 tahun, berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

tinggi badan balita

Anak yang mempunyai tinggi badan di bawah angka tersebut bisa dikatakan anak tersebut pendek. Sedangkan, anak yang mempunyai tinggi badan di atas rentang angka tersebut bisa dikatakan anak tersebut mempunyai badan yang tinggi.

Sebaiknya periksakan tinggi dan berat badan anak ke Posyandu atau Puskesmas setiap bulan untuk memantau pertumbuhan anak. Jika berat badan anak mengalami penurunan setiap bulan, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter. Pada masa ini, nafsu makan anak mungkin sering berkurang, namun sebaiknya tidak sampai menyebabkan penurunan berat badan berlebih. Penurunan berat badan yang terus-menerus bisa menjadi tanda pertumbuhan anak sedang bermasalah atau kondisi kesehatan anak sedang terganggu.

Kabar baik bagi para mama: meski 80% tinggi tubuh anak ditentukan oleh faktor genetis, ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk memacu pertumbuhan tinggi tubuh anak secara aman dengan cara berikut:

  • Cukupi nutrisi selagi hamil. Pertumbuhan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan, Ma. Karenanya, menurut Prof. Simon Cousens dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, upaya mengoptimalkan tinggi tubuhnya sudah bisa dimulai sejak Anda masih mengandungnya dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi selama hamil yang mencapai 2300 kalori per hari.

Selain makan dalam jumlah cukup, konsultasikan pula ke dokter apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen (zat besi, kalsium, seng, asam folat) atau tidak.

  • Hindari baby blues. Penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins School of Public Health di Baltimore, Amerika, menyatakan bahwa para mama yang mengidap depresi pasca persalinan memiliki risiko 40% membesarkan anak-anak yang terhambat pertumbuhan tinggi badannya.

Tinggi Badan Balita

Salah satu penyebabnya adalah, anak akan tertular stres dari ibunya yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem endokrin di dalam tubuh anak. Akibatnya, produksi hormon pertumbuhan di dalam tubuhnya juga akan ikut terganggu.

  • ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif akan menjamin terpenuhinya asupan nutrisi yang seimbang bagi anak pada awal kehidupannya. Ini terutama penting pada usia dua tahun pertama, dimana anak akan mengalami percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan secara pesat.
  • Beri makanan bervariasi. Prinsipnya, tidak ada satu jenis makanan pun yang mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisi seseorang. Karena itu, berikanlah asupan makanan yang beragam jenisnya kepada anak dalam porsi sesuai kebutuhannya. Pastikan Anda memberikan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah seimbang setiap harinya.
  • Pelihara kesehatannya. Serangan penyakit—terutama pada masa-masa awal kehidupannya, bisa mengakibatkan anak mengalami kekurangan nutrisi. Anda bisa memberikan perlindungan yang dibutuhkan anak dengan cara menepati jadwal imunisasi.
  • Cukupi waktu tidur. Menurut situs Kidshealth, anak-anak membutuhkan waktu tidur antara 10-12 jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh anak akan mengalami proses perombakan serta perbaikan sel yang diperlukan oleh tubuhnya. Kelancaran proses ini ikut pula melancarkan pertumbuhan tinggi badannya.
  • Tingkatkan aktivitas fisik. Memperbanyak aktivitas fisik seperti bersepeda, berlari, dan melakukan jenis olahraga lainnya akan membuat tubuh anak terhindar dari kondisi obesitas yang bisa menghambat pertumbuhan. Aktif secara fisik juga bermanfaat melancarkan distribusi oksigen dan zat-zat nutrisi ke seluruh sel tubuh sehingga bisa mengoptimalkan proses pertumbuhan.
tags: , , , ,